Modul Al. Quran
| 24 | An Nuur | النور |
|---|---|---|
|
سÙورَةٌ أَنزَلْنَاهَا ÙˆÙŽÙَرَضْنَاهَا وَأَنزَلْنَا ÙÙيهَا آيَات٠بَيّÙنَات٠لَّعَلَّكÙمْ تَذَكَّرÙونَ
1. (Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. |
||
|
الزَّانÙيَة٠وَالزَّانÙÙŠ ÙÙŽØ§Ø¬Ù’Ù„ÙØ¯Ùوا ÙƒÙلَّ وَاØÙد٠مّÙنْهÙمَا Ù…ÙØ¦ÙŽØ©ÙŽ Ø¬ÙŽÙ„Ù’Ø¯ÙŽØ©Ù ÙˆÙŽÙ„ÙŽØ§ ØªÙŽØ£Ù’Ø®ÙØ°Ù’ÙƒÙÙ…
بÙÙ‡Ùمَا رَأْÙَةٌ ÙÙÙŠ دÙين٠اللَّه٠إÙÙ† ÙƒÙنتÙمْ ØªÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ Ø¨ÙØ§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’ÙŠÙŽÙˆÙ’Ù…Ù Ø§Ù„Ù’Ø¢Ø®ÙØ±Ù وَلْيَشْهَدْ
عَذَابَهÙمَا طَائÙÙَةٌ مّÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùينَ
2. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. |
||
|
الزَّانÙÙŠ لَا ÙŠÙŽÙ†ÙƒÙØÙ Ø¥Ù„Ù‘ÙŽØ§ زَانÙيَةً أَوْ
Ù…ÙØ´Ù’رÙكَةً وَالزَّانÙيَة٠لَا ÙŠÙŽÙ†ÙƒÙØÙهَا Ø¥Ùلَّا زَان٠أَوْ Ù…ÙØ´Ù’رÙÙƒÙŒ ÙˆÙŽØÙرّÙÙ…ÙŽ ذَلÙÙƒÙŽ عَلَى
Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùينَ
3. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu'min [1029]. [1029]. Maksud ayat ini ialah: tidak pantas orang yang beriman kawin dengan yang berzina, demikian pula sebaliknya. |
||
|
وَالَّذÙينَ يَرْمÙونَ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØÙ’ØµÙŽÙ†ÙŽØ§ØªÙ Ø«Ùمَّ لَمْ يَأْتÙوا Ø¨ÙØ£ÙŽØ±Ù’بَعَة٠شÙهَدَاء
ÙÙŽØ§Ø¬Ù’Ù„ÙØ¯ÙوهÙمْ ثَمَانÙينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلÙوا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ شَهَادَةً أَبَداً ÙˆÙŽØ£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ Ù‡ÙÙ…Ù
الْÙَاسÙÙ‚Ùونَ
4. Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik [1030] (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik. [1030] Yang dimaksud â€wanita-wanita yang baik†disini adalah wanita- wanita yang suci, akil balig dan muslimah. |
||
|
Ø¥Ùلَّا الَّذÙينَ تَابÙوا Ù…ÙÙ† بَعْد٠ذَلÙÙƒÙŽ وَأَصْلَØÙوا ÙÙŽØ¥Ùنَّ اللَّهَ غَÙÙورٌ
رَّØÙيمٌ
5. kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. |
||
|
وَالَّذÙينَ يَرْمÙونَ أَزْوَاجَهÙمْ وَلَمْ ÙŠÙŽÙƒÙÙ† لَّهÙمْ Ø´Ùهَدَاء Ø¥Ùلَّا Ø£ÙŽÙ†ÙÙØ³ÙÙ‡Ùمْ
Ùَشَهَادَة٠أَØÙŽØ¯ÙÙ‡Ùمْ Ø£ÙŽØ±Ù’Ø¨ÙŽØ¹Ù Ø´ÙŽÙ‡ÙŽØ§Ø¯ÙŽØ§ØªÙ Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠إÙنَّه٠لَمÙÙ†ÙŽ الصَّادÙÙ‚Ùينَ
6. Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. |
||
|
ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø®ÙŽØ§Ù…ÙØ³ÙŽØ©Ù أَنَّ لَعْنَتَ اللَّه٠عَلَيْه٠إÙÙ† كَانَ Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’ÙƒÙŽØ§Ø°ÙØ¨Ùينَ وَيَدْرَأÙ
7. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la'nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta [1031]. [1031] Maksud ayat 6 dan 7: orang yang menuduh istrinya berbuat zina dengan tidak mengajukan empat orang saksi, haruslah bersumpah dengan nama Allah empat kali, bahwa dia adalah benar dalam tuduhannya itu. Kemudian dia bersumpah sekali lagi bahwa dia akan kena la'nat Allah jika dia berdusta. Masalah ini dalam fiqih dikenal dengan â€Li'anâ€. |
||
|
عَنْهَا الْعَذَابَ أَنْ تَشْهَدَ أَرْبَعَ Ø´ÙŽÙ‡ÙŽØ§Ø¯ÙŽØ§ØªÙ Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠إÙنَّه٠لَمÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’ÙƒÙŽØ§Ø°ÙØ¨Ùينَ
8. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta. |
||
|
ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø®ÙŽØ§Ù…ÙØ³ÙŽØ©ÙŽ Ø£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ غَضَبَ اللَّه٠عَلَيْهَا Ø¥ÙÙ† كَانَ Ù…ÙÙ†ÙŽ الصَّادÙÙ‚Ùينَ
9. dan (sumpah) yang kelima: bahwa la'nat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar. |
||
|
وَلَوْلَا Ùَضْل٠اللَّه٠عَلَيْكÙمْ وَرَØÙ’مَتÙه٠وَأَنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ ØÙŽÙƒÙيمٌ
10. Dan andaikata tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan). |
||
|
Ø¥Ùنَّ الَّذÙينَ جَاؤÙوا Ø¨ÙØ§Ù„ْإÙÙÙ’ÙƒÙ Ø¹ÙØµÙ’بَةٌ مّÙنكÙمْ لَا تَØÙ’سَبÙوه٠شَرّاً لَّكÙÙ… بَلْ Ù‡ÙÙˆÙŽ
خَيْرٌ لَّكÙمْ Ù„ÙÙƒÙÙ„Ù‘Ù Ø§Ù…Ù’Ø±ÙØ¦Ù مّÙنْهÙÙ… مَّا اكْتَسَبَ Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ø¥ÙØ«Ù’م٠وَالَّذÙÙŠ تَوَلَّى
ÙƒÙØ¨Ù’رَه٠مÙنْهÙمْ لَه٠عَذَابٌ عَظÙيمٌ
11. Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar [1032]. [1032] Berita bohong ini mengenai istri Rasulullah s.a.w. 'Aisyah r.a. Ummul Mu'minin, sehabis perang dengan Bani Mushtaliq bulan Sya'ban 5 H. Perperangan ini diikuti oleh kaum munafik, dan turut pula 'Aisyah dengan Nabi berdasarkan undian yang diadakan antara istri-istri beliau. Dalam perjalanan mereka kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. 'Aisyah keluar dari sekedupnya untuk suatu keperluan, kemudian kembali. Tiba-tiba dia merasa kalungnya hilang, lalu dia pergi lagi mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan persangkaan bahwa 'Aisyah masih ada dalam sekedup. Setelah 'Aisyah mengetahui, sekedupnya sudah berangkat dia duduk di tempatnya dan mengaharapkan sekedup itu akan kembali menjemputnya. Kebetulan, lewat ditempat itu seorang sahabat Nabi, Shafwan ibnu Mu'aththal, diketemukannya seseorang sedang tidur sendirian dan dia terkejut seraya mengucapkan: â€Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, isteri Rasul!†'Aisyah terbangun. Lalu dia dipersilahkan oleh Shafwan mengendarai untanya. Syafwan berjalan menuntun unta sampai mereka tiba di Madinah. Orang-orang yang melihat mereka membicarakannya menurut pendapat masing-masing. Mulailah timbul desas-desus. Kemudian kaum munafik membesar- besarkannya, maka fitnahan atas 'Aisyah r.a. itupun bertambah luas, sehingga menimbulkan kegoncangan di kalangan kaum muslimin. |
||
|
لَوْلَا Ø¥ÙØ°Ù’ Ø³ÙŽÙ…ÙØ¹Ù’تÙÙ…Ùوه٠ظَنَّ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ
ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†ÙŽØ§ØªÙ Ø¨ÙØ£ÙŽÙ†ÙÙØ³ÙÙ‡Ùمْ خَيْراً وَقَالÙوا هَذَا Ø¥ÙÙْكٌ Ù…Ù‘ÙØ¨Ùينٌ
12. Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mu'minin dan mu'minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: â€Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.†|
||
|
لَوْلَا
جَاؤÙوا Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ø¨ÙØ£ÙŽØ±Ù’بَعَة٠شÙهَدَاء ÙÙŽØ¥ÙØ°Ù’ لَمْ يَأْتÙوا Ø¨ÙØ§Ù„شّÙهَدَاء ÙÙŽØ£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ
عÙندَ اللَّه٠هÙÙ…Ù Ø§Ù„Ù’ÙƒÙŽØ§Ø°ÙØ¨Ùونَ
13. Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang- orang yang dusta. |
||
|
وَلَوْلَا Ùَضْل٠اللَّه٠عَلَيْكÙمْ وَرَØÙ’مَتÙÙ‡Ù
ÙÙÙŠ الدّÙنْيَا ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø¢Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù لَمَسَّكÙمْ ÙÙÙŠ مَا Ø£ÙŽÙَضْتÙمْ ÙÙيه٠عَذَابٌ عَظÙيمٌ
14. Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. |
||
|
Ø¥ÙØ°Ù’ ØªÙŽÙ„ÙŽÙ‚Ù‘ÙŽÙˆÙ’Ù†ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØ£ÙŽÙ„ْسÙنَتÙÙƒÙمْ وَتَقÙولÙونَ Ø¨ÙØ£ÙŽÙْوَاهÙÙƒÙÙ… مَّا لَيْسَ Ù„ÙŽÙƒÙÙ… بÙه٠عÙلْمٌ
وَتَØÙ’سَبÙونَه٠هَيّÙناً ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ عÙندَ اللَّه٠عَظÙيمٌ
15. (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. |
||
|
وَلَوْلَا Ø¥ÙØ°Ù’ Ø³ÙŽÙ…ÙØ¹Ù’تÙÙ…ÙوهÙ
Ù‚ÙلْتÙÙ… مَّا ÙŠÙŽÙƒÙون٠لَنَا Ø£ÙŽÙ† نَّتَكَلَّمَ بÙهَذَا Ø³ÙØ¨Ù’ØÙŽØ§Ù†ÙŽÙƒÙŽ Ù‡ÙŽØ°ÙŽØ§ بÙهْتَانٌ عَظÙيمٌ
16. Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: â€Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar.†|
||
|
ÙŠÙŽØ¹ÙØ¸ÙÙƒÙم٠اللَّه٠أَن تَعÙودÙوا Ù„ÙÙ…ÙØ«Ù’Ù„Ùه٠أَبَداً Ø¥ÙÙ† ÙƒÙنتÙÙ… Ù…Ù‘ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùينَ
17. Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman. |
||
|
ÙˆÙŽÙŠÙØ¨ÙŽÙŠÙ‘Ùن٠اللَّه٠لَكÙم٠الْآيَات٠وَاللَّه٠عَلÙيمٌ ØÙŽÙƒÙيمٌ
18. dan Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. |
||
|
Ø¥Ùنَّ الَّذÙينَ
ÙŠÙØÙØ¨Ù‘Ùونَ Ø£ÙŽÙ† تَشÙيعَ الْÙَاØÙشَة٠ÙÙÙŠ الَّذÙينَ آمَنÙوا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ عَذَابٌ Ø£ÙŽÙ„Ùيمٌ
ÙÙÙŠ الدّÙنْيَا ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø¢Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù وَاللَّه٠يَعْلَم٠وَأَنتÙمْ لَا تَعْلَمÙونَ
19. Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. |
||
|
وَلَوْلَا
Ùَضْل٠اللَّه٠عَلَيْكÙمْ وَرَØÙ’مَتÙه٠وَأَنَّ اللَّه رَؤÙÙˆÙÙŒ رَØÙيمٌ
20. Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). |
||
|
يَا أَيّÙهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا لَا ØªÙŽØªÙ‘ÙŽØ¨ÙØ¹Ùوا Ø®ÙØ·Ùوَات٠الشَّيْطَان٠وَمَن ÙŠÙŽØªÙ‘ÙŽØ¨ÙØ¹Ù’
Ø®ÙØ·Ùوَات٠الشَّيْطَان٠ÙÙŽØ¥ÙÙ†Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙŠÙŽØ£Ù’Ù…ÙØ±Ù Ø¨ÙØ§Ù„Ù’ÙÙŽØÙ’شَاء وَالْمÙنكَر٠وَلَوْلَا ÙَضْلÙ
اللَّه٠عَلَيْكÙمْ وَرَØÙ’مَتÙه٠مَا زَكَا Ù…ÙنكÙÙ… مّÙنْ Ø£ÙŽØÙŽØ¯Ù أَبَداً ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙنَّ اللَّهَ ÙŠÙØ²ÙŽÙƒÙ‘ÙÙŠ
Ù…ÙŽÙ† يَشَاء٠وَاللَّه٠سَمÙيعٌ عَلÙيمٌ
21. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. |
||
|
وَلَا يَأْتَل٠أÙوْلÙوا الْÙَضْل٠مÙنكÙمْ
وَالسَّعَة٠أَن ÙŠÙØ¤Ù’تÙوا Ø£ÙوْلÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’بَى وَالْمَسَاكÙينَ وَالْمÙÙ‡ÙŽØ§Ø¬ÙØ±Ùينَ ÙÙÙŠ
سَبÙيل٠اللَّه٠وَلْيَعْÙÙوا وَلْيَصْÙÙŽØÙوا أَلَا ØªÙØÙØ¨Ù‘Ùونَ Ø£ÙŽÙ† يَغْÙÙØ±ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ù„ÙŽÙƒÙمْ
وَاللَّه٠غَÙÙورٌ رَّØÙيمٌ
22. Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [1033], [1033] Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar r.a. bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri 'Aisyah. Maka turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh mema'afkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu. |
||
|
Ø¥Ùنَّ الَّذÙينَ يَرْمÙونَ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØÙ’ØµÙŽÙ†ÙŽØ§ØªÙ Ø§Ù„Ù’ØºÙŽØ§ÙÙلَاتÙ
Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†ÙŽØ§ØªÙ Ù„ÙØ¹ÙÙ†Ùوا ÙÙÙŠ الدّÙنْيَا ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø¢Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ‡Ùمْ عَذَابٌ عَظÙيمٌ
23. Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah [1034] lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar, [1034] Yang dimaksud dengan wanita-wanita yang lengah ialah wanita- wanita yang tidak pernah sekali juga teringat oleh mereka akan melakukan perbuatan yang keji itu. |
||
|
يَوْمَ تَشْهَد٠عَلَيْهÙمْ أَلْسÙنَتÙÙ‡Ùمْ وَأَيْدÙيهÙمْ وَأَرْجÙÙ„ÙÙ‡ÙÙ… بÙمَا كَانÙوا يَعْمَلÙونَ
24. pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. |
||
|
ÙŠÙŽÙˆÙ’Ù…ÙŽØ¦ÙØ°Ù ÙŠÙÙˆÙŽÙÙ‘ÙيهÙم٠اللَّه٠دÙينَهÙم٠الْØÙŽÙ‚Ù‘ÙŽ وَيَعْلَمÙونَ أَنَّ اللَّهَ Ù‡ÙÙˆÙŽ الْØÙŽÙ‚Ù‘Ù
Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¨ÙينÙ
25. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya). |
||
|
الْخَبÙيثَات٠لÙلْخَبÙيثÙينَ وَالْخَبÙيثÙونَ Ù„ÙلْخَبÙيثَاتÙ
ÙˆÙŽØ§Ù„Ø·Ù‘ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¨ÙŽØ§ØªÙ Ù„ÙÙ„Ø·Ù‘ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¨Ùينَ ÙˆÙŽØ§Ù„Ø·Ù‘ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¨Ùونَ Ù„ÙÙ„Ø·Ù‘ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¨ÙŽØ§ØªÙ Ø£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ Ù…ÙØ¨ÙŽØ±Ù‘َؤÙونَ
Ù…Ùمَّا ÙŠÙŽÙ‚ÙولÙونَ Ù„ÙŽÙ‡ÙÙ… مَّغْÙÙØ±ÙŽØ©ÙŒ ÙˆÙŽØ±ÙØ²Ù’Ù‚ÙŒ كَرÙيمٌ
26. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) [1035]. [1035] Ayat ini menunjukkan kesucian 'Aisyah r.a. dan Shafwan dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Rasulullah adalah orang yang paling baik maka pastilah wanita yang baik pula yang menjadi istri beliau. |
||
|
يَا أَيّÙهَا الَّذÙينَ
آمَنÙوا لَا تَدْخÙÙ„Ùوا بÙÙŠÙوتاً غَيْرَ بÙÙŠÙوتÙÙƒÙمْ ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ ØªÙŽØ³Ù’ØªÙŽØ£Ù’Ù†ÙØ³Ùوا
ÙˆÙŽØªÙØ³ÙŽÙ„Ù‘ÙÙ…Ùوا عَلَى أَهْلÙهَا ذَلÙÙƒÙمْ خَيْرٌ لَّكÙمْ لَعَلَّكÙمْ تَذَكَّرÙونَ
27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. |
||
|
ÙÙŽØ¥ÙÙ† لَّمْ ØªÙŽØ¬ÙØ¯Ùوا ÙÙيهَا Ø£ÙŽØÙŽØ¯Ø§Ù‹ Ùَلَا تَدْخÙÙ„Ùوهَا ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ ÙŠÙØ¤Ù’ذَنَ Ù„ÙŽÙƒÙمْ ÙˆÙŽØ¥ÙÙ†
Ù‚Ùيلَ Ù„ÙŽÙƒÙÙ…Ù Ø§Ø±Ù’Ø¬ÙØ¹Ùوا ÙÙŽØ§Ø±Ù’Ø¬ÙØ¹Ùوا Ù‡ÙÙˆÙŽ أَزْكَى Ù„ÙŽÙƒÙمْ وَاللَّه٠بÙمَا تَعْمَلÙونَ
عَلÙيمٌ
28. Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: â€Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. |
||
|
لَّيْسَ عَلَيْكÙمْ جÙنَاØÙŒ Ø£ÙŽÙ† تَدْخÙÙ„Ùوا بÙÙŠÙوتاً غَيْرَ مَسْكÙونَةÙ
ÙÙيهَا مَتَاعٌ لَّكÙمْ وَاللَّه٠يَعْلَم٠مَا ØªÙØ¨Ù’دÙونَ وَمَا تَكْتÙÙ…Ùونَ
29. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan. Pedoman pergaulan antara laki-laki dan wanita yang bukan â€mahramâ€. |
||
|
Ù‚ÙÙ„ لّÙÙ„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùينَ ÙŠÙŽØºÙØ¶Ù‘Ùوا Ù…Ùنْ أَبْصَارÙÙ‡Ùمْ ÙˆÙŽÙŠÙŽØÙ’ÙَظÙوا ÙÙØ±ÙوجَهÙمْ
ذَلÙÙƒÙŽ أَزْكَى Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ Ø¥Ùنَّ اللَّهَ خَبÙيرٌ بÙمَا يَصْنَعÙونَ
30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: â€Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuatâ€. |
||
|
ÙˆÙŽÙ‚ÙÙ„ لّÙÙ„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙنَاتÙ
ÙŠÙŽØºÙ’Ø¶ÙØ¶Ù’Ù†ÙŽ Ù…Ùنْ أَبْصَارÙÙ‡Ùنَّ ÙˆÙŽÙŠÙŽØÙ’Ùَظْنَ ÙÙØ±ÙوجَهÙنَّ وَلَا ÙŠÙØ¨Ù’دÙينَ
زÙينَتَهÙنَّ Ø¥Ùلَّا مَا ظَهَرَ Ù…Ùنْهَا ÙˆÙŽÙ„Ù’ÙŠÙŽØ¶Ù’Ø±ÙØ¨Ù’Ù†ÙŽ Ø¨ÙØ®ÙÙ…ÙØ±ÙÙ‡Ùنَّ عَلَى جÙÙŠÙوبÙÙ‡Ùنَّ
وَلَا ÙŠÙØ¨Ù’دÙينَ زÙينَتَهÙنَّ Ø¥Ùلَّا Ù„ÙØ¨ÙعÙولَتÙÙ‡Ùنَّ أَوْ آبَائÙÙ‡Ùنَّ أَوْ
آبَاء Ø¨ÙØ¹ÙولَتÙÙ‡Ùنَّ أَوْ أَبْنَائÙÙ‡Ùنَّ أَوْ أَبْنَاء Ø¨ÙØ¹ÙولَتÙÙ‡Ùنَّ
أَوْ Ø¥ÙØ®Ù’وَانÙÙ‡Ùنَّ أَوْ بَنÙÙŠ Ø¥ÙØ®Ù’وَانÙÙ‡Ùنَّ أَوْ بَنÙÙŠ أَخَوَاتÙÙ‡Ùنَّ أَوْ Ù†ÙØ³ÙŽØ§Ø¦ÙÙ‡Ùنَّ
أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانÙÙ‡Ùنَّ Ø£ÙŽÙˆÙ Ø§Ù„ØªÙ‘ÙŽØ§Ø¨ÙØ¹Ùينَ غَيْر٠أÙوْلÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ø¥ÙØ±Ù’بَة٠مÙÙ†ÙŽ
Ø§Ù„Ø±Ù‘ÙØ¬ÙŽØ§Ù„٠أَو٠الطّÙÙْل٠الَّذÙينَ لَمْ يَظْهَرÙوا عَلَى Ø¹ÙŽÙˆÙ’Ø±ÙŽØ§ØªÙ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙØ³ÙŽØ§Ø¡
وَلَا ÙŠÙŽØ¶Ù’Ø±ÙØ¨Ù’Ù†ÙŽ Ø¨ÙØ£ÙŽØ±Ù’جÙÙ„ÙÙ‡Ùنَّ Ù„ÙÙŠÙØ¹Ù’Ù„ÙŽÙ…ÙŽ مَا ÙŠÙØ®Ù’ÙÙينَ Ù…ÙÙ† زÙينَتÙÙ‡Ùنَّ وَتÙوبÙوا
Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ اللَّه٠جَمÙيعاً أَيّÙهَا Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ لَعَلَّكÙمْ تÙÙÙ’Ù„ÙØÙونَ
31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: â€Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. |
||
|
ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ†ÙƒÙØÙوا الْأَيَامَى Ù…ÙنكÙمْ ÙˆÙŽØ§Ù„ØµÙ‘ÙŽØ§Ù„ÙØÙينَ Ù…Ùنْ Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙÙƒÙمْ ÙˆÙŽØ¥ÙمَائÙÙƒÙمْ Ø¥ÙÙ†
ÙŠÙŽÙƒÙونÙوا ÙÙقَرَاء ÙŠÙØºÙ’Ù†ÙÙ‡Ùم٠اللَّه٠مÙÙ† ÙَضْلÙÙ‡Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙˆÙŽØ§Ø³ÙØ¹ÙŒ عَلÙيمٌ
32. Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian [1036] diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. [1036] Maksudnya: hendaklah ladi-laki yang belum kawin atau wanita- wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat kawin. |
||
|
وَلْيَسْتَعْÙÙÙ٠الَّذÙينَ لَا ÙŠÙŽØ¬ÙØ¯Ùونَ Ù†ÙÙƒÙŽØ§ØØ§Ù‹ ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ ÙŠÙØºÙ’Ù†ÙÙŠÙŽÙ‡Ùمْ اللَّه٠مÙÙ† ÙَضْلÙÙ‡Ù
وَالَّذÙينَ يَبْتَغÙونَ Ø§Ù„Ù’ÙƒÙØªÙŽØ§Ø¨ÙŽ Ù…Ùمَّا مَلَكَتْ أَيْمَانÙÙƒÙمْ ÙÙŽÙƒÙŽØ§ØªÙØ¨ÙوهÙمْ Ø¥Ùنْ
عَلÙمْتÙمْ ÙÙيهÙمْ خَيْراً وَآتÙوهÙÙ… مّÙÙ† مَّال٠اللَّه٠الَّذÙÙŠ آتَاكÙمْ وَلَا
تÙكْرÙÙ‡Ùوا ÙَتَيَاتÙÙƒÙمْ عَلَى Ø§Ù„Ù’Ø¨ÙØºÙŽØ§Ø¡ Ø¥Ùنْ أَرَدْنَ تَØÙŽØµÙ‘Ùناً Ù„Ù‘ÙØªÙŽØ¨Ù’تَغÙوا عَرَضَ الْØÙŽÙŠÙŽØ§Ø©Ù
الدّÙنْيَا ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ† ÙŠÙكْرÙههّÙنَّ ÙÙŽØ¥Ùنَّ اللَّهَ Ù…ÙÙ† بَعْد٠إÙكْرَاهÙÙ‡Ùنَّ غَÙÙورٌ رَّØÙيمٌ
33. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka [1037], jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu [1038]. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu [1039]. [1037] Salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan, yaitu seorang hamba boleh meminta pada tuannya untuk dimerdekakan, dengan perjanjian bahwa budak itu akan membayar jumlah uang yang ditentukan. Pemilik budak itu hendaklah menerima perjanjian itu kalau budak itu menurut penglihatannya sanggup melunasi perjanjian itu dengan harta yang halal. [1038] Untuk mempercepat lunasnya perjanjian itu hendaklah budak- budak itu ditolong dengan harta yang diambilkan dari zakat atau harta lainnya. [1039] Maksudnya: Tuhan akan mengampuni budak-budak wanita yang dipaksa melakukan pelacuran oleh tuannya itu, selama mereka tidak mengulangi perbuatannya itu lagi. |
||
|
وَلَقَدْ أَنزَلْنَا Ø¥ÙلَيْكÙمْ Ø¢ÙŠÙŽØ§ØªÙ Ù…Ù‘ÙØ¨ÙŽÙŠÙ‘Ùنَات٠وَمَثَلاً مّÙÙ†ÙŽ الَّذÙينَ خَلَوْا
Ù…ÙÙ† قَبْلÙÙƒÙمْ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙˆÙ’Ø¹ÙØ¸ÙŽØ©Ù‹ لّÙÙ„Ù’Ù…ÙØªÙ‘ÙŽÙ‚Ùينَ
34. Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. |
||
|
اللَّه٠نÙور٠السَّمَاوَاتÙ
وَالْأَرْض٠مَثَل٠نÙورÙÙ‡Ù ÙƒÙŽÙ…ÙØ´Ù’كَاة٠ÙÙيهَا Ù…ÙØµÙ’بَاØÙŒ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØµÙ’بَاØÙ ÙÙÙŠ Ø²ÙØ¬ÙŽØ§Ø¬ÙŽØ©Ù
Ø§Ù„Ø²Ù‘ÙØ¬ÙŽØ§Ø¬ÙŽØ©Ù كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ Ø¯ÙØ±Ù‘Ùيٌّ ÙŠÙوقَد٠مÙÙ† Ø´ÙŽØ¬ÙŽØ±ÙŽØ©Ù Ù…Ù‘ÙØ¨ÙŽØ§Ø±ÙŽÙƒÙŽØ©Ù زَيْتÙÙˆÙ†ÙØ©Ù
لَّا شَرْقÙيَّة٠وَلَا غَرْبÙيَّة٠يَكَاد٠زَيْتÙهَا ÙŠÙØ¶Ùيء٠وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْه٠نَارٌ
نّÙورٌ عَلَى Ù†Ùور٠يَهْدÙÙŠ اللَّه٠لÙÙ†ÙورÙÙ‡Ù Ù…ÙŽÙ† ÙŠÙŽØ´ÙŽØ§Ø¡Ù ÙˆÙŽÙŠÙŽØ¶Ù’Ø±ÙØ¨Ù اللَّه٠الْأَمْثَالَ
Ù„Ùلنَّاس٠وَاللَّه٠بÙÙƒÙلّ٠شَيْء٠عَلÙيمٌ
35. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus [1040], yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) [1041], yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [1040] Yang dimaksud â€lobang yang tidak tembus†(misykat) ialah suatu lobang di dinding rumah yang tidak tembus sampai kesebelahnya, biasanya digunakan untuk tempat lampu, atau barang- barang lain. [1041] Maksudnya: pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit ia dapat sinar matahari baik di waktu matahari terbit maupun di waktu matahari akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik. |
||
|
ÙÙÙŠ بÙÙŠÙوت٠أَذÙÙ†ÙŽ اللَّه٠أَن ØªÙØ±Ù’Ùَعَ
ÙˆÙŽÙŠÙØ°Ù’كَرَ ÙÙيهَا اسْمÙÙ‡Ù ÙŠÙØ³ÙŽØ¨Ù‘ÙØÙ Ù„ÙŽÙ‡Ù ÙÙيهَا Ø¨ÙØ§Ù„Ù’ØºÙØ¯Ùوّ٠وَالْآصَالÙ
36. Bertasbih [1042] kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, [1042] Yang bertasbih ialah laki-laki yang tersebut pada ayat 37 berikut. |
||
|
Ø±ÙØ¬ÙŽØ§Ù„ÙŒ لَّا تÙلْهÙيهÙمْ ØªÙØ¬ÙŽØ§Ø±ÙŽØ©ÙŒ وَلَا بَيْعٌ عَن ذÙكْر٠اللَّه٠وَإÙقَام٠الصَّلَاة٠وَإÙيتَاء
الزَّكَاة٠يَخَاÙÙونَ يَوْماً تَتَقَلَّب٠ÙÙيه٠الْقÙÙ„Ùوب٠وَالْأَبْصَارÙ
37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. |
||
|
Ù„ÙيَجْزÙÙŠÙŽÙ‡Ùم٠اللَّه٠أَØÙ’سَنَ مَا عَمÙÙ„Ùوا وَيَزÙيدَهÙÙ… مّÙÙ† ÙَضْلÙه٠وَاللَّه٠يَرْزÙÙ‚Ù
Ù…ÙŽÙ† ÙŠÙŽØ´ÙŽØ§Ø¡Ù Ø¨ÙØºÙŽÙŠÙ’ر٠ØÙسَابÙ
38. (Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya ALlah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. |
||
|
وَالَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا أَعْمَالÙÙ‡Ùمْ كَسَرَابÙ
بÙÙ‚Ùيعَة٠يَØÙ’سَبÙه٠الظَّمْآن٠مَاء ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ جَاءه٠لَمْ ÙŠÙŽØ¬ÙØ¯Ù’ه٠شَيْئاً
وَوَجَدَ اللَّهَ عÙندَه٠ÙÙŽÙˆÙŽÙَّاه٠ØÙسَابَه٠وَاللَّه٠سَرÙيع٠الْØÙسَابÙ
39. Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya [1043]. [1043] Orang-orang kafir, karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman, tidaklah mendapatkan balasan dari Tuhan di akhirat walaupun di dunia mereka mengira akan mendapatkan balasan atas amalan mereka itu. |
||
|
أَوْ كَظÙÙ„Ùمَات٠ÙÙÙŠ بَØÙ’Ø±Ù Ù„Ù‘ÙØ¬Ù‘Ùيّ٠يَغْشَاه٠مَوْجٌ مّÙÙ† ÙَوْقÙه٠مَوْجٌ مّÙÙ†
ÙَوْقÙه٠سَØÙŽØ§Ø¨ÙŒ ظÙÙ„Ùمَاتٌ بَعْضÙهَا Ùَوْقَ Ø¨ÙŽØ¹Ù’Ø¶Ù Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ أَخْرَجَ يَدَه٠لَمْ
يَكَدْ يَرَاهَا ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ† لَّمْ يَجْعَل٠اللَّه٠لَه٠نÙوراً Ùَمَا Ù„ÙŽÙ‡Ù Ù…ÙÙ† نّÙورÙ
40. Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. |
||
|
أَلَمْ تَرَ أَنَّ
اللَّهَ ÙŠÙØ³ÙŽØ¨Ù‘ÙØÙ Ù„ÙŽÙ‡Ù Ù…ÙŽÙ† ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَالْأَرْض٠وَالطَّيْر٠صَاÙَّات٠كÙلٌّ قَدْ
عَلÙÙ…ÙŽ صَلَاتَه٠وَتَسْبÙÙŠØÙŽÙ‡Ù وَاللَّه٠عَلÙيمٌ بÙمَا ÙŠÙŽÙْعَلÙونَ
41. Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya [1044], dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. [1044] Masing-masing makhluk mengetahui cara shalat dan tasbih kepada Allah dengan ilham dari Allah. |
||
|
ÙˆÙŽÙ„Ùلَّه٠مÙلْكÙ
السَّمَاوَات٠وَالْأَرْض٠وَإÙÙ„ÙŽÙ‰ اللَّه٠الْمَصÙيرÙ
42. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk). |
||
|
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ ÙŠÙØ²Ù’جÙÙŠ
سَØÙŽØ§Ø¨Ø§Ù‹ Ø«Ùمَّ ÙŠÙØ¤ÙŽÙ„Ù‘ÙÙ٠بَيْنَه٠ثÙمَّ يَجْعَلÙه٠رÙكَاماً Ùَتَرَى الْوَدْقَ ÙŠÙŽØ®Ù’Ø±ÙØ¬Ù Ù…Ùنْ
Ø®ÙلَالÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙŠÙنَزّÙÙ„Ù Ù…ÙÙ†ÙŽ السَّمَاء٠مÙÙ† Ø¬ÙØ¨ÙŽØ§Ù„Ù ÙÙيهَا Ù…ÙÙ† بَرَد٠ÙÙŽÙŠÙØµÙيب٠بÙÙ‡Ù Ù…ÙŽÙ† يَشَاءÙ
وَيَصْرÙÙÙه٠عَن مَّن يَشَاء٠يَكَاد٠سَنَا بَرْقÙÙ‡Ù ÙŠÙŽØ°Ù’Ù‡ÙŽØ¨Ù Ø¨ÙØ§Ù„ْأَبْصَارÙ
43. Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah- celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung- gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. |
||
|
ÙŠÙÙ‚ÙŽÙ„Ù‘ÙØ¨Ù اللَّه٠اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ Ø¥Ùنَّ ÙÙÙŠ ذَلÙÙƒÙŽ Ù„ÙŽØ¹ÙØ¨Ù’رَةً Ù„Ù‘ÙØ£ÙوْلÙÙŠ الْأَبْصَارÙ
44. Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan. |
||
|
وَاللَّه٠خَلَقَ ÙƒÙلَّ دَابَّة٠مÙÙ† مَّاء ÙÙŽÙ…ÙنْهÙÙ… مَّن يَمْشÙÙŠ عَلَى بَطْنÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ…ÙنْهÙÙ… مَّن
يَمْشÙÙŠ عَلَى Ø±ÙØ¬Ù’لَيْن٠وَمÙنْهÙÙ… مَّن يَمْشÙÙŠ عَلَى أَرْبَع٠يَخْلÙق٠اللَّه٠مَا يَشَاءÙ
Ø¥Ùنَّ اللَّهَ عَلَى ÙƒÙلّ٠شَيْء٠قَدÙيرٌ
45. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. |
||
|
لَقَدْ أَنزَلْنَا Ø¢ÙŠÙŽØ§ØªÙ Ù…Ù‘ÙØ¨ÙŽÙŠÙ‘ÙنَاتÙ
وَاللَّه٠يَهْدÙÙŠ Ù…ÙŽÙ† يَشَاء٠إÙÙ„ÙŽÙ‰ ØµÙØ±ÙŽØ§Ø·Ù Ù…Ù‘ÙØ³Ù’تَقÙيمÙ
46. Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. Perbedaan sikap orang-orang munafik dan orang-orang yang mu'min dalam bertahkim kepada rasul. |
||
|
ÙˆÙŽÙŠÙŽÙ‚ÙولÙونَ
آمَنَّا Ø¨ÙØ§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙˆÙŽØ¨ÙØ§Ù„رَّسÙول٠وَأَطَعْنَا Ø«Ùمَّ يَتَوَلَّى ÙَرÙيقٌ مّÙنْهÙÙ… مّÙÙ† بَعْدÙ
ذَلÙÙƒÙŽ وَمَا Ø£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ Ø¨ÙØ§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùينَ
47. Dan mereka berkata: â€Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami mentaati (keduanya).†Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. |
||
|
ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ Ø¯ÙØ¹Ùوا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ اللَّه٠وَرَسÙولÙÙ‡Ù
Ù„ÙÙŠÙŽØÙ’ÙƒÙÙ…ÙŽ بَيْنَهÙمْ Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ ÙَرÙيقٌ مّÙنْهÙÙ… Ù…Ù‘ÙØ¹Ù’Ø±ÙØ¶Ùونَ
48. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah [1045] dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. [1045] Maksudnya: Dipanggil utnuk bertahkim kepada Kitabullah. |
||
|
ÙˆÙŽØ¥ÙÙ† ÙŠÙŽÙƒÙÙ† لَّهÙم٠الْØÙŽÙ‚Ù‘Ù
يَأْتÙوا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ù…ÙØ°Ù’عÙÙ†Ùينَ
49. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh. |
||
|
Ø£ÙŽÙÙÙŠ Ù‚ÙÙ„ÙوبÙÙ‡ÙÙ… مَّرَضٌ أَم٠ارْتَابÙوا أَمْ يَخَاÙÙونَ
Ø£ÙŽÙ† ÙŠÙŽØÙÙŠÙÙŽ اللَّه٠عَلَيْهÙمْ وَرَسÙولÙه٠بَلْ Ø£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ Ù‡Ùم٠الظَّالÙÙ…Ùونَ
50. Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim. |
||
|
Ø¥Ùنَّمَا كَانَ قَوْلَ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùينَ Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ Ø¯ÙØ¹Ùوا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ اللَّه٠وَرَسÙولÙÙ‡Ù Ù„ÙÙŠÙŽØÙ’ÙƒÙÙ…ÙŽ بَيْنَهÙمْ
Ø£ÙŽÙ† ÙŠÙŽÙ‚ÙولÙوا Ø³ÙŽÙ…ÙØ¹Ù’نَا وَأَطَعْنَا ÙˆÙŽØ£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ Ù‡Ùم٠الْمÙÙÙ’Ù„ÙØÙونَ
51. Sesungguhnya jawaban oran-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka [1046] ialah ucapan. â€Kami mendengar, dan kami patuhâ€. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [1046] Maksudnya: Di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin dan antara kaum muslimin dengan yang bukan muslimin. |
||
|
ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ†
ÙŠÙØ·Ùع٠اللَّهَ وَرَسÙولَه٠وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْه٠ÙÙŽØ£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ Ù‡Ùم٠الْÙÙŽØ§Ø¦ÙØ²Ùونَ
52. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan [1047]. [1047] Yang dimaksud dengan â€takut kepada Allah†ialah takut kepada Allah disebabkan dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan yang dimaksud dengan â€takwa†ialah memelihara diri dari segala macam dosa-dosa yang mungkin terjadi. |
||
|
وَأَقْسَمÙوا Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠جَهْدَ أَيْمَانÙÙ‡Ùمْ لَئÙنْ أَمَرْتَهÙمْ Ù„ÙŽÙŠÙŽØ®Ù’Ø±ÙØ¬Ùنَّ Ù‚ÙÙ„
لَّا تÙقْسÙÙ…Ùوا طَاعَةٌ مَّعْرÙÙˆÙَةٌ Ø¥Ùنَّ اللَّهَ خَبÙيرٌ بÙمَا تَعْمَلÙونَ
53. Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah: â€Janganlah kamu bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. |
||
|
Ù‚Ùلْ Ø£ÙŽØ·ÙيعÙوا اللَّهَ ÙˆÙŽØ£ÙŽØ·ÙيعÙوا الرَّسÙولَ ÙÙŽØ¥ÙÙ† تَوَلَّوا ÙÙŽØ¥Ùنَّمَا عَلَيْه٠مَا ØÙمّÙÙ„ÙŽ
وَعَلَيْكÙÙ… مَّا ØÙمّÙلْتÙمْ ÙˆÙŽØ¥ÙÙ† ØªÙØ·ÙيعÙوه٠تَهْتَدÙوا وَمَا عَلَى الرَّسÙولÙ
Ø¥Ùلَّا Ø§Ù„Ù’Ø¨ÙŽÙ„ÙŽØ§ØºÙ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¨ÙينÙ
54. Katakanlah: â€Ta'at kepada Allah dan ta'atlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu ta'at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terangâ€. |
||
|
وَعَدَ اللَّه٠الَّذÙينَ آمَنÙوا Ù…ÙنكÙمْ وَعَمÙÙ„Ùوا
Ø§Ù„ØµÙ‘ÙŽØ§Ù„ÙØÙŽØ§ØªÙ Ù„ÙŽÙŠÙŽØ³Ù’ØªÙŽØ®Ù’Ù„ÙÙَنَّهÙÙ… ÙÙÙŠ الْأَرْض٠كَمَا اسْتَخْلَÙÙŽ
الَّذÙينَ Ù…ÙÙ† قَبْلÙÙ‡Ùمْ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙŠÙمَكّÙنَنَّ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ دÙينَهÙم٠الَّذÙÙŠ ارْتَضَى Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ
ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙŠÙØ¨ÙŽØ¯Ù‘ÙلَنَّهÙÙ… مّÙÙ† بَعْد٠خَوْÙÙÙ‡Ùمْ أَمْناً ÙŠÙŽØ¹Ù’Ø¨ÙØ¯ÙونَنÙÙŠ لَا ÙŠÙØ´Ù’رÙÙƒÙونَ بÙÙŠ
شَيْئاً ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ† ÙƒÙŽÙَرَ بَعْدَ ذَلÙÙƒÙŽ ÙÙŽØ£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ Ù‡Ùم٠الْÙَاسÙÙ‚Ùونَ
55. Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. |
||
|
ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ‚ÙيمÙوا الصَّلَاةَ وَآتÙوا الزَّكَاةَ ÙˆÙŽØ£ÙŽØ·ÙيعÙوا الرَّسÙولَ لَعَلَّكÙمْ
ØªÙØ±Ù’ØÙŽÙ…Ùونَ
56. Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. |
||
|
لَا تَØÙ’سَبَنَّ الَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا Ù…ÙØ¹Ù’Ø¬ÙØ²Ùينَ ÙÙÙŠ الْأَرْضÙ
وَمَأْوَاهÙÙ…Ù Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ§Ø±Ù ÙˆÙŽÙ„ÙŽØ¨ÙØ¦Ù’سَ الْمَصÙيرÙ
57. Janganlah kamu kira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat melemahkan (Allah dari mengazab mereka) di bumi ini, sedang tempat tinggal mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan sungguh amat jeleklah tempat kembali itu. |
||
|
يَا أَيّÙهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا
Ù„ÙيَسْتَأْذÙنكÙم٠الَّذÙينَ مَلَكَتْ أَيْمَانÙÙƒÙمْ وَالَّذÙينَ لَمْ ÙŠÙŽØ¨Ù’Ù„ÙØºÙوا الْØÙÙ„ÙÙ…ÙŽ Ù…ÙنكÙمْ
ثَلَاثَ مَرَّات٠مÙÙ† قَبْل٠صَلَاة٠الْÙَجْر٠وَØÙينَ تَضَعÙونَ Ø«ÙيَابَكÙÙ… مّÙÙ†ÙŽ الظَّهÙيرَةÙ
ÙˆÙŽÙ…ÙÙ† Ø¨ÙŽØ¹Ù’Ø¯Ù ØµÙŽÙ„ÙŽØ§Ø©Ù Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙØ´ÙŽØ§Ø¡ ثَلَاث٠عَوْرَات٠لَّكÙمْ لَيْسَ عَلَيْكÙمْ
وَلَا عَلَيْهÙمْ جÙنَاØÙŒ بَعْدَهÙنَّ طَوَّاÙÙونَ عَلَيْكÙÙ… بَعْضÙÙƒÙمْ عَلَى
بَعْض٠كَذَلÙÙƒÙŽ ÙŠÙØ¨ÙŽÙŠÙ‘Ùن٠اللَّه٠لَكÙم٠الْآيَات٠وَاللَّه٠عَلÙيمٌ ØÙŽÙƒÙيمٌ
58. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu [1048]. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu [1049]. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [1048] Maksudnya: tiga macam waktu yang biasanya di waktu-waktu itu badan banyak terbuka. Oleh sebab itu Allah melarang budak-budak dan anak-anak dibawah umur untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa idzin pada waktu-waktu tersebut. [1049] Maksudnya: tidak berdosa kalau mereka tidak dicegah masuk tanpa izin, dan tidak pula mereka berdosa kalau masuk tanpa meminta izin. |
||
|
ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ بَلَغَ الْأَطْÙَال٠مÙنكÙم٠الْØÙÙ„ÙÙ…ÙŽ ÙَلْيَسْتَأْذÙÙ†Ùوا كَمَا اسْتَأْذَنَ
الَّذÙينَ Ù…ÙÙ† قَبْلÙÙ‡Ùمْ كَذَلÙÙƒÙŽ ÙŠÙØ¨ÙŽÙŠÙ‘Ùن٠اللَّه٠لَكÙمْ آيَاتÙه٠وَاللَّهÙ
عَلÙيمٌ ØÙŽÙƒÙيمٌ
59. Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin [1050]. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana [1050]. [1050] Maksudnya: anak-anak dari orang-orang yang merdeka yang bukan mahram, yang telah balig haruslah meminta izin lebih dahulu kalau hendak masuk menurut cara orang-orang yang tersebut dalam ayat 27 dan 28 surat ini meminta izin. |
||
|
ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ù‚ÙŽÙˆÙŽØ§Ø¹ÙØ¯Ù Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙØ³ÙŽØ§Ø¡ اللَّاتÙÙŠ لَا يَرْجÙونَ
Ù†ÙÙƒÙŽØ§ØØ§Ù‹ Ùَلَيْسَ عَلَيْهÙنَّ جÙنَاØÙŒ Ø£ÙŽÙ† يَضَعْنَ Ø«ÙيَابَهÙنَّ
غَيْرَ Ù…ÙØªÙŽØ¨ÙŽØ±Ù‘ÙØ¬ÙŽØ§ØªÙ Ø¨ÙØ²Ùينَة٠وَأَن يَسْتَعْÙÙÙْنَ خَيْرٌ لَّهÙنَّ وَاللَّهÙ
سَمÙيعٌ عَلÙيمٌ
60. Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian [1051] mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana. [1051] Maksudnya: pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakkan aurat. |
||
|
لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَى ØÙŽØ±ÙŽØ¬ÙŒ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجÙ
ØÙŽØ±ÙŽØ¬ÙŒ وَلَا عَلَى الْمَرÙيض٠ØÙŽØ±ÙŽØ¬ÙŒ وَلَا عَلَى Ø£ÙŽÙ†ÙÙØ³ÙÙƒÙمْ Ø£ÙŽÙ† تَأْكÙÙ„Ùوا
Ù…ÙÙ† بÙÙŠÙوتÙÙƒÙمْ أَوْ بÙÙŠÙوت٠آبَائÙÙƒÙمْ أَوْ بÙÙŠÙوت٠أÙمَّهَاتÙÙƒÙمْ
أَوْ بÙÙŠÙÙˆØªÙ Ø¥ÙØ®Ù’وَانÙÙƒÙمْ أَوْ بÙÙŠÙوت٠أَخَوَاتÙÙƒÙمْ أَوْ بÙÙŠÙوتÙ
أَعْمَامÙÙƒÙمْ أَوْ بÙÙŠÙوت٠عَمَّاتÙÙƒÙمْ أَوْ بÙÙŠÙوت٠أَخْوَالÙÙƒÙمْ
أَوْ بÙÙŠÙوت٠خَالَاتÙÙƒÙمْ أَوْ مَا مَلَكْتÙÙ… مَّÙÙŽØ§ØªÙØÙŽÙ‡Ù
أَوْ صَدÙيقÙÙƒÙمْ لَيْسَ عَلَيْكÙمْ جÙنَاØÙŒ Ø£ÙŽÙ† تَأْكÙÙ„Ùوا
جَمÙيعاً أَوْ أَشْتَاتاً ÙÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ دَخَلْتÙÙ… بÙÙŠÙوتاً ÙَسَلّÙÙ…Ùوا عَلَى Ø£ÙŽÙ†ÙÙØ³ÙÙƒÙمْ
تَØÙيَّةً مّÙنْ عÙÙ†Ø¯Ù Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ù…ÙØ¨ÙŽØ§Ø±ÙŽÙƒÙŽØ©Ù‹ Ø·ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¨ÙŽØ©Ù‹ كَذَلÙÙƒÙŽ
ÙŠÙØ¨ÙŽÙŠÙ‘Ùن٠اللَّه٠لَكÙم٠الْآيَات٠لَعَلَّكÙمْ تَعْقÙÙ„Ùون
61. Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, dirumah ibu-ibumu, dirumah saudara- saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, dirumah saudara bapakmu yang laki-laki, dirumah saudara bapakmu yang perempuan, dirumah saudara ibumu yang laki-laki, dirumah saudara ibumu yang perempuan, dirumah yang kamu miliki kuncinya [1052] atau dirumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. [1052] Maksudnya: rumah yang diserahkan kepadamu mengurusnya. Adab pergaulan orang-orang yang mu'min terhadap Rasul s.a.w. |
||
|
Ø¥Ùنَّمَا Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ الَّذÙينَ آمَنÙوا Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠وَرَسÙولÙÙ‡Ù ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ كَانÙوا مَعَهÙ
عَلَى Ø£ÙŽÙ…Ù’Ø±Ù Ø¬ÙŽØ§Ù…ÙØ¹Ù لَمْ يَذْهَبÙوا ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ يَسْتَأْذÙÙ†Ùوه٠إÙنَّ الَّذÙينَ يَسْتَأْذÙÙ†Ùونَكَ
Ø£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ الَّذÙينَ ÙŠÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠وَرَسÙولÙÙ‡Ù ÙÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ اسْتَأْذَنÙوكَ
Ù„ÙØ¨ÙŽØ¹Ù’ض٠شَأْنÙÙ‡Ùمْ Ùَأْذَن لّÙÙ…ÙŽÙ† Ø´ÙØ¦Ù’تَ Ù…ÙنْهÙمْ وَاسْتَغْÙÙØ±Ù’ Ù„ÙŽÙ‡ÙÙ…Ù
اللَّهَ Ø¥Ùنَّ اللَّهَ غَÙÙورٌ رَّØÙيمٌ
62. Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mu'min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. |
||
|
لَا تَجْعَلÙوا Ø¯ÙØ¹ÙŽØ§Ø¡ الرَّسÙولÙ
بَيْنَكÙمْ ÙƒÙŽØ¯ÙØ¹ÙŽØ§Ø¡ بَعْضÙÙƒÙÙ… بَعْضاً قَدْ يَعْلَم٠اللَّه٠الَّذÙينَ
يَتَسَلَّلÙونَ Ù…ÙنكÙمْ Ù„Ùوَاذاً ÙَلْيَØÙ’ذَر٠الَّذÙينَ ÙŠÙØ®ÙŽØ§Ù„ÙÙÙونَ عَنْ أَمْرÙÙ‡Ù
Ø£ÙŽÙ† ØªÙØµÙيبَهÙمْ ÙÙØªÙ’نَةٌ أَوْ ÙŠÙØµÙيبَهÙمْ عَذَابٌ Ø£ÙŽÙ„Ùيمٌ
63. Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur- angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. |
||
|
أَلَا Ø¥Ùنَّ Ù„ÙلَّهÙ
مَا ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَالْأَرْض٠قَدْ يَعْلَم٠مَا أَنتÙمْ عَلَيْه٠وَيَوْمَ
ÙŠÙØ±Ù’جَعÙونَ Ø¥Ùلَيْه٠ÙÙŽÙŠÙÙ†ÙŽØ¨Ù‘ÙØ¦ÙÙ‡ÙÙ… بÙمَا عَمÙÙ„Ùوا وَاللَّه٠بÙÙƒÙلّ٠شَيْء٠عَلÙيمٌ
64. Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hati (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha mengehui segala sesuatu. |
||







